Gowes Bersama Polda

Hari sabtu kemaren, 16 Februari 2013, adalah etape kedua saya di tahun 2013. Sebenarnya tiap sabtu pagi teman-teman sekantor selalu mengadakan acara sepeda bersama, sayangnya karena tugas negara yang saya jalani menyebabkan saya sering tidak ikut acara ini. Saya memang lumayan sering tugas keluar daerah, dan seringnya pulangnya juga sabtu siang, jadi ya tidak bisa ikut sepedaan.

Sabtu kemarin itu kami melakukan gowes bersama polda NTT. Pesertanya cukup banyak, dari kantor kami ada 12 orang sedangkan dari polda ada 60 orang lebih. Ada juga sekitar 10 orang dari kantor PU provinsi NTT.

Untuk rutenya, saya sudah biasa lewat rute ini, yaitu ke arah pelabuhan tenau lanjut sampai bolok. Kalau ada utusan dari kantor pusat datang ke kantor perwakilan kami, pak kepala kantor selalu mengajak mereka gowes bareng, rutenya biasanya lewat rute ini juga, tapi hanya sampai ke pelabuhan tenau. Saya memang sudah biasa lewat rute ini, tapi mungkin karena kebanyakan bolos gowes, hari itu rutenya terasa lebih berat.

Saya ceritain kronologisnya aja deh ya..

Hari itu teman-teman kantor sudah sepakat untuk berkumpul di kantor pukul enam pagi, saya pun berusaha tepat waktu, pukul 06.03 saya sampai di kantor dan saya pun kaget karena ternyata tidak ada satu orangpun yang terlihat di kantor, bahkan pintu gerbang depan pun masih tergembok dengan rapi. Jangan-jangan saya di tinggal T_T

Saya pun berniat menyusul ke polda, begitu memutarbelokkanankan sepeda :p saya ketemu satpam kantor, saya pun bertanya pada beliau, “udah pada berangkat ya om?” lalu diapun menjawab sambil tersenyum, “belum ada yang datang pak”. Ada perasaan senang bercampur sesal saat mendengar jawaban itu. Senang karena ternyata tidak ditinggal, dan menyesal seharusnya bisa tidur lebih lama, padahal semalem begadang entah sampai jam berapa. Semoga ga sampai muntah aja lah…

Beberapa menit setelah saya datang, ada 1 orang yang datang, beberapa menit setelah itu, tetap belum ada yang datang lagi! Dan itu bikin saya mules. Mending nunggu di kamar mandi deh. Seperti kata kakak @maharanata, temen nongkrongin toilet paling asik adalah subway surfer –game android– jadi ga kerasa kalau saya lumayan lama juga nongkrongnya, tau-tau kaki udah mo kesemutan aja.

Begitu keluar, ternyata depan kantor sudah ramai dengan baju hijau terang seragam gowes kami. Begitu melihat saya, mereka pun kaget, karena sebenarnya mereka memang tinggal menunggu saya untuk berangkat ke polda –ini yang bikin terharu, di tungguin sama bos-bos gitu loh–

Lalu kamipun berangkat menuju kantor polda NTT bersama-sama, hanya 12 sepeda dari kantor kami, karena kebanyakan anggota sedang bertugas keluar kota. Sampai di polda, ternyata sudah banyak sepeda di sana, orang-orang juga sudah banyak, sayapun langsung menyapukan pandangan ke segala arah, tapi apa yang saya harapkan tidak terlihat. Ya, ternyata tidak ada satupun mbak-mbak polwan yang ikut acara gowes bersama itu😦

Agak sedikit kecewa, ditambah lagi pak kapolda dan pak kaper serta bos-bos yang lain yang agak lama juga ngobrolnya, sementara saya hanya diam tanpa ada mbak polwan untuk dipandang. Saat akan berangkat, saya akhirnya melihat seorang ibu muda dengan kaos warna pink memeriksa pak kapolda, tim medis sepertinya, mungkin dokter polda. Tapi ya……ibu-ibu,, tapi masih muda kok ;p

20130216_071017

Sekitar pukul setengah delapan akhirnya kami start. Entah karena tadi agak kecewa karena tidak ada polwan, atau karena semalam memang kurang tidur, atau karena sudah 3 minggu tidak sepedaan, saya merasa agak berat mengayuh sepeda kali ini. Ditambah lagi sepeda saya memang sedang tidak dalam kondisi prima, bermasalah dengan rantainya, karena saya pernah melepas rantainya kemudian pin sambungan rantai hilang entah kemana, dan saya ganti dengan pin lain yang tidak seukuran. Pin sambungan ini lebih tebal dari ukuran rantai sepeda saya, sehingga saat berada di gear paling bawah, sambungan ini menghantam swing-arm sepeda, dan menimbulkan bunyi yang sangat mengganggu buat saya. Kadang juga nyangkut sehingga saya harus mengayuh berlawanan arah dulu untuk membebaskan yang nyangkut itu. Masalah terjadi saat mengayuh di tanjakan dan tiba-tiba nyangkut, saya jadi kehilangan momentum tanjakan karena harus mengayuh kebelakang dulu. Hal ini jadi semakin berat untuk jantung saya karena gowesan pertama adalah gowesan paling berat apalagi di tengah-tengah tanjakan, ditambah efek kaget karena nyangkut tadi!

Jadinya kaya gini nih…

IMG-20130126-00305

Sebenarnya pak Joko sudah meminta saya menemani beliau, tapi begitu sampai di pertigaan arah pelabuhan dan kota bawah, saya tak sanggup kalau gowes pelan. Dari pertigaan ini jalan menanjak terus sampai di sekitar goa monyet. Tanjakan memang jalur favorit saya, memang berat tapi mungkin karena faktor umur juga, saya bisa menyusul bapak-bapak yang lain di tanjakan. Ini membuat saya merasa hebat karena bisa nyalip mereka ;p

Dari sini saya ngebut berusaha menyusul kelompok depan, tapi beberapa kali saya salah shifting –ganti gear—mau nurunin gear, malah naik, mau naikin, malah turun! Ah, it’s not my day.

Dengan kepayahan, saya pun berhasil bergabung dengan kelompok depan saat mereka istirahat untuk berhenti di depan gerbang Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kupang.

20130216_075820

Di sini pun saya merasa istirahatnya terlalu lama. Begini inilah kalau gowes bersama dengan peserta yang terlalu banyak, karena saat istirahat pun kami juga menunggu yang lain sampai dan istirahat juga. Jadinya ya bagi yang sampai duluan istirahatnya terlalu lama. Asiknya gowes bersama polda ini untuk saya, tiap pertigaan ada polisi yang jaga, jadi saya pun tak perlu khawatir dengan arus lalu lintas. Nyaman pokoknya😀

Mungkin sekitar 1 jam kemudian –rasanya sih satu jam, tidak tau juga pastinya berapa, pokoknya lama—kamipun meneruskan pergowesan ini. Kali ini saya ikut kelompok terdepan, walaupun saya tidak berniat untuk menjadi yang terdepan, tapi tahu kalau masih ada banyak orang dibelakang adalah salah satu sumber kekuatan karena berarti tidak ditinggalkan ;p

Sampai dipertigaan pelabuhan bolok, saya kaget kenapa tidak masuk? Kok lanjut terus? Saya belum pernah lewat lebih dari ini. Ternyata kami menuju ke markas polisi pelabuhan, tidak terlalu jauh dari pelabuhan bolok. Sampai di sana, ternyata sudah di siapkan tratag ­–tenda yang hanya berupa atap yang biasa digunakan saat ada hajatan– dengan meja-kursi dan makanan serta minuman yang cukup mewah.

20130216_083432

20130216_083949

bos-bos

bos-bos

Sayapun langsung menyerbu semangka, segar rasanya. Setelah beberapa potong semangka, saya ambil es buah, tapi segelas es buah belum mampu memuaskan nafsu tenggorokan saya. Sayapun ambil segelas lagi. Setelah habis, saya bingung mau apa, saya malas mau makan, sayapun menolak nasi bungkus yang dibagikan oleh petugas katering. Sementara yang lain makan, saya menikmati kopi panas. Memang terlambat sebagai #kopipagiini , walaupun terlambat namun tetap nikmat. Setelah kopi panas, siomay juga sudah dihidangkan, saya pun ikut antri, tapi sayangnya siomay terakhir diambil oleh orang kedua di depan saya, bahkan orang didepan saya kehabisan piring juga. Akhirnya kamipun berdiri menunggu piring, sedangkan petugas katering tampak kurang peduli dengan kurangnya piring, setelah beberapa lama dan beberapa kali meminta piring padanya, akhirnya petugas katering tersebut baru ngeh dan mencarikan kami piring. Dengan piring yang besar saya hanya mengambil setengah telur rebus, dua potong kol rebus dan sepotong pare rebus dengan bumbu siomay –yang akhirnya saya sisakan setengah potong parenya–

Sementara kami makan, ada juga hiburannya, ibu dokter dari tim medis berkaos pink tadi pun menyanyi. Ternyata selain cantik, suaranya pun menarik😀 Ada juga seorang polisi yang cukup berumur mencoba mendayung dengan perahu dayung yang ada di sana, Kami pun tertawa saat dia sengaja menceburkan diri dan lalu berulang kali perahunya terbalik saat dia mencoba naik perahu kembali.

Mendung mulai terlihat, peserta dari PU pun mulai mengundurkan diri untuk kembali ke Kupang. Sekitar 30 menit kemudian, saya bersama 3 orang lain juga kembali ke Kupang. Sebenarnya ingin juga bareng dengan rekan kantor saya yang lain, tapi ternyata kepala kantor saya malah mau berenang dulu, akhirnya kami berempat pun pulang duluan. Tapi sayang, setelah keluar dari markas polisi laut ini yang memang jalannya menanjak tinggi, salah satu rekan, yaitu pak Joko tiba-tiba kram begitu sampai atas tanjakan. Beliau pun memutuskan untuk turun lagi menunggu teman-teman yang lain.

Kami pun melanjutkan pergowesan hanya bertiga, sebenarnya saya pengen ngebut sampai kupang karena takut hujan. Beberapa kali hujan rintik turun walaupun hanya sebentar-sebentar. Bukan apa-apa, hanya saja saya sama sekali tidak membawa tas atau plastik untuk hape saya😥 Tapi tidak enak juga kalau meninggalkan 2 orang bapak-bapak teman sepergowesan ini, selain itu masalah pada rantai sepeda juga tidak memungkinkan saya untuk ngebut. Kalau memaksa ngebut, bisa-bisa malah putus di jalan, malah semakin susah saya pulang. Dan jalan terakhir hanyalah berserah diri sambil berdoa.

Sampai di sekitar goa monyet, kelompok yang tadi lebih dulu pulang pun terlihat. Mereka gowes santai, pelan, saya pun memutuskan untuk mendahului mereka saja. Saat itu saya hanya ingin cepat sampai rumah. Satu per satu saya salip, sampai di Kupang, di depan kantor bupati lama ternyata cukup banyak yang berhenti dan istirahat di situ. Tetapi saya hanya menyapa mereka dengan bel sepeda sambil menganggukkan kepala. Segera sampai rumah pokoknya!

Setelah melewati mereka, tinggal satu lagi tanjakan yang berat, di bundaran BI. Di sini ada tanjakan yang di awali belokan sehingga tidak bisa memanfaatkan momentum laju sepeda, di sini benar-benar butuh tenaga dan teknik ganti gear menurut saya. Apalagi lalu lintas di sini cukup padat karena sering ada angkot yang berhenti di sini. Begitu melewati tanjakan ini saya tengok kebelakang ternyata 2 orang teman saya menghilang, saya pun berhenti menunggu mereka. Setelah istirahat beberapa saat, akhirnya mereka pun muncul. Kami pun berpisah di sini, beberapa meter dari tempat istirahat kami ada pertigaan, ke komplek rumah mereka belok kanan, sedangkan saya harus lurus untuk sampai ke kos saya. Sebenarnya masih ada acara makan bersama di komplek rumah mereka, tapi saya ijin untuk tidak ikut, saya tidak yakin anggota yang lain akan segera sampai, kan bos masih mau renang tadi, nunggu sampai kapan coba? Saya pun pulang.

Dan keputusan saya pulang memang benar. Begitu sampai kos, parkir sepeda, buka kaos, ambil minum di kulkas, lalu saya duduk di depan kamar. Baru beberapa teguk langsung bress. Hujan pun turun. Ah,,pas sekali. Hujan pun menginspirasi saya untuk kegiatan selanjutnya. Mandi – sholat – tidur🙂

jarak yang ditempuh

jarak yang ditempuh

Rute yang saya tempuh kali ini memang tidak begitu jauh dalam kilometer, tapi ada yang bilang kalo di Kupang ini salah satu surganya bersepeda. Kontur daerah sekitar sini yang naik-turun adalah tantangan tersendiri. Dari bukit sampai pantai, aspal maupun karang.

Sayangnya sabtu ini pun saya harus bolos gowes lagi. Rencananya saya baru pulang ke Kupang sabtu siang, tapi sampai sekarang belum dapat tiket pesawat. Akhir-akhir ini agak susah untuk penerbangan waingapu-kupang. Kalau bisa pulang sabtu, rencananya sih minggu pagi aja mau gowes sendiri. Kalau bisa bangun pagi :p

Ada yang mau ikut?

2 comments on “Gowes Bersama Polda

  1. johanesjonaz says:

    salut dengan semangatnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s