Menuju ruteng

image

Klo ada yang bingung itu gambar apa, itu adalah boarding pass! Kok tulisan tangan?? Nah itu jg yg bikin aku bingung. Tp beginilah keadaan daerah yg jauh dr ibukota. -eh,ini ibukota provinsi jg ding:p – intinya sih,pasrah aj lah y..
Pagi itu jam 4 pagi hapeku bunyi. Ak kira alarm, ak biarin aj bunyi sambil ngumpulin nyawa, klo langsung ak matiin pasti ketiduran lagi. Tp lama2 ak sadar klo bunyi alarm kan beda ringtone-nya.. ternyata itu telpon dr sopir travel yg udah ak pesan kemaren.
“Mas,,saya sudah d depan..”
Waduh,biasanya ini orang telat,ini malah kecepetan stengah jam..
Aku jawab aja, “O iya pak,tunggu bentar”
Langsung ak bangun,masuk kamar mandi,cuci muka, g perlu mandi, wudlu,trus keluar lagi. Habis sholat subuh baru ak kluar kamar.
Aku ketuk kamar temenku yg kali ini tugas bareng, dia keluar udah rapi pake baju batik dan sepatu. Tapi begitu liat ak yg cm pake kaos ma sandal, dia langsung “loh,g pake baju kantor? Bentar y, ak ganti baju dulu.” Nambah lama lagi nih si supir nunggu. Sekitar setengah 5 lebih kami berangkat, masih jemput 1 orang lagi yaitu pak iman,ketua tim kami. Sampai d rumahnya, aku ketuk pintu, sambil ngintip lewat jendela, ternyata beliau habis mandi. Lalu beliau buka pintu, “kunci ma kacamataku kemana y,, bantuin cariin y..”
weleh…
Kita berdua bantu cari, cm ketemu kunci rumahnya, kacamata entah d mana. Akhirnya kami keluar beliau memutuskan berangkat tanpa kacamata. Pas mau kunci pintu, “eh,kunci tadi mana y..”
–”
Ternyata kunci rumah malah dimasukin ke tas. Kami akhirnya berangkat jam5 lebih. Sekitar 20 menit kemudian sampailah kami d bandara. Pas checkin, aku liat petugasnya nulis nama d kertas boarding pas. Mereka cuma bilang, “komputernya mati mas. Buat pertanggung jawaban y? Nanti sampai sana minta diprint d sana bisa mas.”
Okelah kalau begitu,pikirku.
Kami pun menuju ke ruang tunggu, tp salah masuk, ternyata penerbangan pagi itu, maskapai yang kami tumpangi lewat ruang tunggu internasional. Wuih,,begitu liat papan tulisan ruang tunggu internasional, yang kebayang udah bakal ketemu cewek2 bule nih :3
Setelah panggilan untuk penerbangan kami, kami pun keluar. Dari dalam ruang tunggu kelihatannya langit cerah, tapi saat kami keluar ternyata langit gelap lagi.

image

Waduh,,ak langsung takut klo ga bisa berangkat hari ini, maklum lah, penerbangak akhir-akhir ini memang agak tidak pasti karena masalah cuaca. Bahkan, ak kemarin sempat gagal mendarat 2x di bandara ini.
Kekhawatiran semakin besar karena setelah masuk pesawat, hujan turun lumayan lebat.

image

Untungnya hujan hanya sebentar, begitu agak reda, pesawat kamipun bergerak.
Tujuan kami adalah labuan bajo via ende. Begitu terbang, aku memilih tidur karena semalam tidurku hanya sebentar, itipun tidak nyenyak sama sekali karena kuatir bakal bangun kesiangan. Sempat juga terbangun beberapa kali semalam sebelum akhirnya di bangunin lewat telepon sama sopir travel :p
Sampai di ende, ak terbangun, tp…tidur lagi aj deh. Kemudian ak merasakan pesawat bergerak, ak melihat keluar jendela -landasan ende ini pendek, dipinggir laut, jadi kalo landing ataupun boarding, kita bisa liat laut begitu dekat d bawah kita- ini yg pengen ak liat. Tapi saat itu ak merasa ada yg tidak beres,landasan udah mau habis, tp pesawat belum terbang. Waduh,,jangan-jangan gagal terbang nih.. benar saja, pesawat tepat di ujung landasan, di bibir pantai, pesawat berhenti. Kami semua keluar pesawat dan masuk ke pesawat lain yg lebih besar. Begitu masuk pesawat ini aku melihat pramugari dan beberapa petugas bandara sudah duduk di kursi dengan safety belt sudah terikat. Keadaan saat itu berangin kencang. Persis sama dengan di film-film saat adegan naik pesawat. Penumpang di arahkan ke ruangan sebelahnya. Di sini kursi tidak seperti kursi pesawat biasanya, bukan berjajar kebelakang seperti bus, tapi berada d pinggir memutari ruangan, seperti di busway. Anehnya, ak melihat bagasiku sudah ada d situ. Ak pun mulai merasa ini tidak wajar. Tiba-tiba pesawat berguncang. Lalu akupun terbangun. Dem!! Mimpi buruk ternyata!
Begitu ak terbangun, pesawat bergerak. Sempet takut juga kalau mimpiku jadi kenyataan. Tapi, untungnya tidak. Pesawat berhasil terbang dengan baik :))
Jam 8.05 kami sampai di labuan bajo. Kami turun, akupun langsung menuju kantor maskapai untuk mengurus boarding pas. Sampai sana, aku ditolak. Masih sibuk mengurus pesawat katanya. Masa sih g ada yg d ruangan kantor?!! Tapi ak malas berdebat, okelah ak tunggu saja. Lagian kami juga masih menunggu bagasi kami. Setelah pesawat terbang lagi, ak sekali lagi ke kantor, lalu di arahkan ke tempat checkin. D situ ak masih menunggu si operator ngutak atik komputer. Agak lama, dia pun menyerah. “Tidak bisa pak, penerbangannya sudah di close. Harusnya dari sana jangan di close dulu. Klo pesawat sudah berangkat memang biasanya di close, tp kalau mau ngeprint ini ya harusniya jangan di close dulu. Klo kaya gini ya solusinya di cap saja tidak apa-apa ya pak?”

image

Akhirnya ya cuma cap itu yang kami dapat. Tak tahulah laku sebagai spj atau tidak. Beginilah birokrasi.
Tempat tugas kami masih jauh. Masih sekitar 4 jam perjalanan darat dari labuan bajo ini…

-au-

5 comments on “Menuju ruteng

  1. ez13 says:

    Cerita pertama sama2 cerita ke ruteng
    keep posting bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s